kawan....
sesungguhnya..diri ini merindui mu...
tiada kepenatan yg harus di harungi....
dulu...kau pernah mengatakan...
"rindui lah ak,jika itu membahagiakan diri mu"..
"ingati lah ak,jika terasa ak beerti"....
"sayangi lah ak,jika ak benar-benar berada dihati mu"...
tapi kenapa hari ini.....
kata-kata yang pernah kau lontarkan...
menjadi sisa dikala waktu yang membahangkan kepanasan...
seolah-olah...setiap kata yang kau pernah lontarkan
seperti daun yang berada di dahan terurai jatuh ke dasar tagisan...
dulu...pernah diri ini menanyakan pada diri mu....
"awak nak saya jadi apa untuk awak..."
senang saja diri mu melontarkan kata...
"saya nak awak jadi teman/sahabat saya sampai akhir hayat"....
kenapa?
"awak cakap saya selalu buat awak suka"....
sekarang...ak kesedihan.....melupakan memang sukar untuk ku...
betul cakap seorang teman..
"tak akan ada pernah sama dengan dia,bila kita berjumpa insan like that..baru kita dapat peluang untuk merasa semua itu...tapi insan misteri yang ditentukan sejak azali dikatakan takdir adalah milik kita selamanya..satu kemanisan mengambarkan betapa besarnya lumrah kehidupan...walau barah yang tengah kritikal untuk dihadapi".....
kini..ak dan dia...hanya mampu hidup berasingan...
walau hati tetap sama-sama mengingati....
walau hati tetap sama-sama ingin berbual mesra...
ego yang ada pada diri mampu menjarakan hubungan yang terpisah...
perpisahan berlaku bukan keatas kehendak masing-masing...tapi
adalah kerana TAKDIR...
hanya mampu dilakukan...mendoakannya bahagia...
serta mendoakan agar dia senantiasa mengingati diri ini...
seperti wajah dalam cermin...
ceated by
nayta